49 Orang Jadi Korban TPPO Perusahaan di Pemalang, Polisi: Ijazah Korban Dipalsukan

SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng mengungkap modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilakukan Direktur PT. Klasik Jaya Samudra berinisial AW adalah menjanjikan para korban untuk bekerja sebagai ABK kapal ikan di Cina dan Taiwan.

“AW ditahan di Polda Jateng, sudah pemberkasan, mudah-mudahan dalam waktu dekat berkasnya sudah dinyatakan lengkap (oleh jaksa), setelah itu kami penyerahan tahap 2 (penyerahan barang bukti dan tersangka ke jaksa),” ungkap Kepala Subdirektorat Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Agus Sembiring, Rabu (3/7/2024).

Para korban, sebutnya, diiming-imingi gaji USD350 yang belum berpengalaman dan USD450 bagi yang sudah berpengalaman.

BACA JUGA:

Tak hanya itu, penyidik juga menemukan bukti, dari 49 orang korban, 15 di antaranya dipalsukan ijazahnya. Dari tamatan SD menjadi tamatan SMK. Rata-rata pendidikan mereka SD, SMP atau SMK.

“Ketika lulusan SD dibuatkan (ijazah seolah-olah) lulusan SMK, terindikasi dibuatkan dokumen palsu,” sambungnya.

BACA JUGA:

Para korban tertarik karena tidak ada biaya awal. Perusahaan yang akan membayar segala administrasi awal, kemudian ketika mereka sudah bekerja, akan dipotong gaji. Namun, ketika para korban sudah sampai di Pemalang, tempat perusahaan itu berada, selama 7 bulan ditampung tak ada kepastian.

“Sebenarnya TPPO itu kan hanya bagian dari kejahatan, kalau kejahatan intinya pemalsuan, ditawarin, dimintai uang tapi tidak diberangkatkan, nanti ujung-ujungnya pemerasan. Jadi perlu disadarkan juga SDM di Indonesia,” lanjutnya.



Follow Berita Okezone di Google News



Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari






 

Updated: Januari 1, 1970 — 12:00 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *