Gus Dur dan Demokrasi yang Tidak Disukai Pak Harto

JAKARTA – Pada masa pemerintahan Soeharto, kekhawatiran akan keselamatan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan rekan-rekannya di Forum Demokrasi (Fordem) menjadi perhatian yang meluas.

Namun, orang-orang memberi penghormatan terhadap keberanian Gus Dur dalam menentang diskriminasi yang seringkali mewarnai era Orde Baru.

BACA JUGA:

Suatu hari, wartawan senior Selamun Yoanes Bosco, atau yang akrab dipanggil Don Bosco Selamun, membagikan pengalaman wawancaranya dengan Gus Dur. Don Bosco Selamun terkesan dengan keteguhan hati Gus Dur di tengah atmosfer ketakutan pada masa itu.

“Gus, (dengan keberanian Anda) Anda ingin dikenang sebagai apa jika Tuhan memanggil kelak?” tanya Don Bosco Selamun, melansir dari NU Online.

Gus Dur dengan mantap menjawab, “Tulis di batu nisan saya: di sini beristirahat seorang pejuang kemanusiaan sejati,”

“Ndak ingin dikenang sebagai tokoh Muslim yang hebat, Gus?”

“Apa pentingnya?” Gus Dur balik bertanya.

“Atau dikenang sebagai pejuang demokrasi gitu, Gus?”






Follow Berita Okezone di Google News



Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya













 

Updated: Februari 16, 2024 — 10:07 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *