Kisah Kabinet Dwikora II Bung Karno Miliki Menteri 132 Orang

JAKARTA Presiden Soekarno tercatat menunjuk pejabat setingkat menteri paling banyak dalam sejarah bangsa Indonesia. Kala itu, di era Kabinet Dwikora II, Soekarno memiliki pejabat menteri dan setingkat menteri hingga 132 orang.

Dwikora II adalah kabinet yang dibentuk pada 24 Februari-28 Maret 1966. Kabinet ini merupakan kabinet keenam pada era Demokrasi Terpimpin. Saat itu, Soekarno membubarkan parlemen pada 5 Juli 1959 melalui Dekrit Presiden. Dengan dekrit tersebut, Soekarno mengembalikan peran Presiden secara penuh, seperti di era republik pertama tahun 1945-1949.

BACA JUGA:

Kabinet pertama di era Demokrasi Terpimpin adalah: Kabinet Kerja I (10 Juli 1959-18 Februari 1960) dengan 33 menteri. Kabinet Kerja II (18 Februari 1960-6 Maret 1962) 40 menteri, Kabinet Kerja III (6 Maret 1962-13 November 1963) 60 orang menteri, Kabinet Kerja IV 66 orang, Dwikora I sebanyak 110 orang, dan Dwikora II sebanyak 132 orang.

Selanjutnya, Dwikora III, Ampera I, serta Ampera II, masing-masing 79, 31, dan 24 orang menteri dan setingkatnya.

Berikut adalah susunan Kabinet di era Dwikota II:

1. Presiden menjabat sekaligus sebagai Perdana Menteri.

2. Presidium yang berisikan 6 orang wakil perdana menteri. Saat itu adalah: Soebandrio, J. Leimena, Chaerul Salehn, Idham CHalid, dan Mayjen Ahmad.

BACA JUGA:

3. Kompartemen Luar Negeri.

4. Kompartemen Hukum dan Dalam Negeri (lima menteri termasuk koordinatornya): Menteri/Ketua MA, Jaksa Agung, Menteri Kehakiman, Menteri/Gubernur DKI Jakarra.

5. Kompartemen Pertahanan Keamanan (KASAB). 7 Menteri termasuk koordinator dan wakil koordinator, Panglima Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Panglima Angkatan Kepolisian.

6. Kompartemen Keuangan.

7. Kompartemen Pembangunan.



Follow Berita Okezone di Google News



Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari




 

Updated: Januari 1, 1970 — 12:00 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *